Selasa, 07 Mei 2013

sejarah kebudayaan islam





DIALEKTIKA ISLAM DENGAN BUDAYA DI DAERAH SEKITAR


Dialektik (Dialektika) berasal dari kata dialog yang berarti komunikasi dua arah, istilah ini telah ada sejak masa yunani kuno ketika diintrodusir  pemahaman bahwa segala sesuatu berubah (panta rei).

Kemudian Hegel menyempurnakan konsep dialektika dan menyederhanakannya dengan memaknai dialektika ke dalam trilogi tesis, anti-tesis dan sintesis. Menurut Hegel tidak ada satu kebenaran yang absolut karena berlaku hukum dialektik, yang absolut hanyalah semangat revolusionernya (perubahan/pertentangan atas tesis oleh anti-tesis menjadi sintesis).

Sementara Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kataculture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Di jawa, alkulturasi budaya islam dengan budaya sekitarnya sangat kentara, bahkan penyebaran islan di jawa slahsatunya dengan menggunakan kebudayaan semisal pementasan wayang, sering di gamabarkan sebagai wujud kehidupan manusia dalam menemukan tuhannya, lakon – lakon yang di tampilkan merupakan ajara – ajaran syariaat untuk membawa penonton kedalam nuansa religius. Oleh karna itu wayang di anggap sebagai bagian dari acara religus untuk menyebarakan ajaran ajran illahi. Seorang dalang dipersonifikasikan sebagai tuhan yang dapat memainkan peran dan nasib orang atau wayang. Hal ini ditafsirkan secara ortodoks sebagi dikripsi puitis tentang takdir.

Berikut ini adalah dialektiak islam dengan budaya di daerah saya    :
a) Selametan atau Kewilujengan
Selametan berasal dari  bahasa Arab “salamah” yang berarti selamat. Upacara selamatan ditujukan untuk meminta keselamatan bagi seseorang atau salah satu anggota keluarga. Upacara selametan biasanya diadakan di rumah suatu keluarga dan dihadiri anggota keluarga dan tetangga, kerabat dan kenalan. Selametan mengundang modin atau tokoh agama untuk memberikan doa.
Koentjaraningrat berpendapat bahwa: “upacara slametan yang bersifat keramat adalah upacara slametan yang diadakan oleh orang-orang yang dapat merasakan getaran emosi keramat, terutama pada waktu menentukan diadakannya slametan itu, tetapi juga pada waktu upacara sedang berjalan.”

     b) Upacara Daur Hidup
Daur hidup adalah upacara yang terkait dengan upacara-upacara sepanjang lingkaran hidup manusia. A Van Gannep yang pendapatnya dikutip oleh Koentjaraningrat mengemukakan bahwa rangkaian upacara sepanjang lingkaran hidup merupakan bentuk tertua dari semua aktivitas keagamaan dan kebudayaan manusia. Dalam daur hidup terdapat suatu tradisi upacara yaitu sedekah untuk menghormati arwah keluarga yang sudah meninggal dunia.
Macam-macam upacara daur hidup adalah:
1.   Tingkeban    : upacara yang diadakan saat usia kandungan mencapai 7 bulan.
2.   Melahirkan  : orang tua mengumandangkan azan pada telinga anak yang baru lahir dan diikuti dengan upacara lek-lekan selama beberapa hari tertentu.
3.   Slametan Brokohan : upacara memberi nama pada bayi. Nama diberikan pada hari kelahiran.
4.   Kekah :  inti upacara ini adalah pemotongan rambut bayi pada hari ke-7.
5.   Tedhak Siten : slametan pada saat bayi berumur 35 hari atau upacara menyentuh tanah.
6.   Khitanan     : upacara sunatan atau mengislamkan.
7.   Pemakaman : upacara menyemayamkan mayit.
8.   Nyekar         : mengunjungi, membersihkan dan berdoa.
9.   Sedekah Surtanah atau Geblag : diadakan pada saat meninggalnya seseorang.
10.   Sedekah nelung dina : upacara slametan yang diadakan pada hari ketiga sesudah saat meninggalnya seseorang.
11.  Sedekah mitung dina : upacara slametan yang diadakan pada hari ketujuh setelah meninggalnya seseorang.
12.  Sedekah matang puluh dina : upacara slametan yang diadakan pada hari keempatpuluh setelah meninggalnya seseorang.
13.  Sedekah nyatus : upacara slametan yang diadakan pada hari keseratus setelah meninggalnya seseorang.
14.  Sedekah mendhak sepisan dan mendhak pindo : upacara slametan yang diadakan pada  waktu sesudah satu tahun dan dua tahun dari saat meninggalnya seseorang.
15.  Sedekah nyewu atau nguwis-nguwisi : upacara slametan yang diadakan pada hari keseribu setelah meninggalnya seseorang atau upacara slametan yang terakhir kali.
c) Upacara Tahunan
1.   Mauludan  : Upacara peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
2.   Suranan     : Peringatan tahun baru Hijriyah.
3.   Syawalan   : Peringatan Hari Raya Idul Fitri.
d) Ziarah Kubur
     Kebiasaan yang sering kita lihat dan dipertahankan oleh masyarakat Islam Jawa khususnya adalah pada hari Kamis sore atau Jum’at pagi melakukan ziarah kubur. Yaitu dengan mengunjungi dan membersihkan makam serta mendo’akan jenazah keluarganya.
e) Haul
     Kata “haul” berasal dari bahasa Arab, artinya setahun. Peringatan haul berarti peringatan genap satu tahun seseorang meninggal. Biasanya peringatan-peringatan seperti ini kebanyakan dilakukan oleh masyarakat Islam Jawa. Gema Haul akan lebih terasa dahsyat apabila yang meninggal itu seorang tokoh kharismatik, ulama besar atau pendiri sebuah pesantren. Rangkaian acaranya biasanya dapat bervariasi , ada pengajian, tahlil akbar, mujahadah, atau musyawarah.
f) Tahlilan
     Tahlilan berasal dari kata hallala, yuhallilu, tahlilan artinya membaca kalimah La illa ha illallah. Di masyarakat Jawa sendiri terdapat pemahaman bahwa tahlilan adalah pertemuan yang didalamnya dibacakan kalimat thayyibah. Biasanya dilaksanakan di masjid, muhola, atau rumah.


FILSAFAT ISLAM
A.   Pengertian Filsafat Islam
            Filsafat berasal dari kata Yunani,yaitu philosophia ,kata berangkai dari kata philein yang berarti mencintai,dan sophia berarti kebijaksanaan.philosophia berarti cinta kebijaksanaan.Orang yang berfilsafat atau orang yang melakukan filsafat disebut “filsuf” atau “filosof”,artinya pecinta kebijaksanaan.
            Filsuf Heroklaitus(540-480 SM) sudah memakai kata filsafat untuk menerangkan hanya Tuhan  yang mengetahui hikmah dan pemilik hikmah. Kemudian socrates(470-399 SM) memberi arti filsafat dengan tegas,yaitu pengetahuan sejati,terutama untuk menentang kaum sofis yang menamakan dirinya para bijaksana (sofos).
            Pembentukan kata filsafat menjadi kata indonesia diambil dari kata barat fil dan  safat dari kata arab sehingga terjadilah gabungan antara keduanya dan menimbulkan kata filsafat.kata sophia dipindahkan oleh orang arab kedalam bahasa mereka dengan kata hikmah.
            Kebijaksanaan atau pengetahuan sejati itu tidak mungkin didapati oleh satu orang. Sejarah mencatat bahwa setelah timbulnya seorang filusuf,muncul kemudian filsuf lain yang mengoreksi penemuan yang pertama dan mengajukan gagasan-gagasan yang memperbaharui gagasan yang pertama,demikianlah seterusnya sepanjang kehidupan manusia berlangsung. Jadi,secara sederhana dapat dikatakan filsafat adalah hasil kerja berpikir dalam mencari hakikat segala sesuatu secara sistematis,radikal,dan universal. Sedangkan filsafat islam itu sendiri adalah hasil pemikiran filusuf tentang ketuhanan,kenabian,manusia,dan alam yang disinari ajaran islam dalam suatu aturan pemikiran yang logis dan sistematis.
            Dalam perkembangan akhir-akhir ini,filsafat islam lebih luwas cangkupannya.mencangkup segala aspek ilmu-ilmu keislaman yang meliputi ilmu kalam,ushul fiqih, dan tasawuf.ibrahim madkur memberikan batasan filsafat islam itu adalah pemikiran yang lahir dalam dunia islam untuk menjawab tantangan zaman,yang meliputi ALLaH dan alam semesta.wahyu dan akal,agama dan filsafat.
            Adapun hubungan filsafat islam dengan ilmu-ilmu keislaman dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.hubungan filsafat islam dengan ilmu kalam
                kalam yang dimaksud adalah firman allah.kemudian dipersoalkan,apakah baharu atau qodim?.baik yang berpendapat bahwa firman allah qadim maupun yang berpendapat baharu persoalan-persoalan tersebut meluas kedalil-dalil yang menggunakan akal.kendatipun ilmu kalam tetap menjadikan nash-nash agama sebagai sumber pokok,tetapi dalam kenyataannya penggunaan dalil-dalil akal melebihi penggunaan dalil naqli.atas dasar iyulah sejumlah pakar memasukan kedalam lingkup filsafat islam,seperti ibnu khaldun dalam muqodimah.
b.hubungan filsafat islam dengan tassawuf
            tassawuf adalah suatu ilmu yang mempelajari jalan bagaimana seorang muslim berada sedekat mungkin dengan allah,dapat dibedakan menjadi tassawuf amali dan tassawuf akhlaqi dan tassawuf falasafati.dari pengelompokan tadi tergambar adanya unsur-unsur kefilsafatan dalam ajaran tasaawuf,seperti peenggunaan logika dalam memahami maqomat.
c.hubungan filsafat islam dengan ushul fiqih
            dalam memahami dan menafsirkan ayat-ayat al-quran yang berkenaan dengan hukum diperlukan ijtihad yaitu suatu usaha mempergunakan akal dan prinsip kelogisan untuk mengeluarkan ketentuan-ketentuan hukum dari sumbernya.jadi letak filsafat terdapat pada ijtihad itu tadi.
B.HUBUNGAN FILSAFAT ISLAM DENGAN FILSAFAT YUNANI
Pemikiran yunani dapat dibagi menjadi 2 zaman yaitu:
1.zaman hellenis
Zaman ini ditanai dengan munculnya pemikiran-pemikiran yunani dari abad vi SM,diantara pemikir atau aliran-aliran itu adalah filsafat alam dari Milite yang cenderung materialistis,aliran atomistis yang didukung oleh leukippos dan demokritos,kaum elea yang bercorak metafisis,aliran pyithagoras yang bersifat mistis dan matematis,kaum sofiset,sokrates,plato,aristoteles,dan aliran paripatetik yang menekankan pada aspek epistimologi,etika,aksiologi dan kemanusiaan.
2.Zaman helenistis-romawi.
Yakni zaman setelah aristoteles dan sejak pemerintahan alexander the great yang dikenal dengan helenisme.pada masa ini filsafat yunani juga digunakan oleh orang-orang romawi,pemikir mesir,syiria,dan para pemikir sekitar laut tengah.zaman ini diawalai abad iv sebelum masehi sampai pertengahan abad vi M di romawi barat berpusat di roma dan di byzantium berpusat di alexandrea dari abad vii M samapi abad viii M pada sekolah-sekolah edessa nisibis dan atioch.
Pada abad vii M perluasan wilayah islam berlangsung sedemikian dahsyat memasuki mesir,syiria,irak dan persia. Hal itu berarty dimualinya kontak antara islam dan filsafat yunani. Karena filsafat yunani telah masuk kedaerah ini bersamaan dengan penaklukan alexander the great dari macedonia ke kawasan asia dan afrika utara. Keinginan alexander menguasai sekaligus menyatukan kebudayaan yang di taklukan barat maupun timur maka dibukalah pusat-pusat pengkajian kebudayaan dengan menjadikan kebdayaan yunani sebagai inti kebudayaannya di atena dan roma untuk bagian barat,timur di alexandrea.
Setelah abad vii M dikota iskandariah lahirlah ahli pikir generasi kedua yang mengatur,menyusun dan mempeajari buku-buku peninggalan para ahli pikir generasi pertama.mereka ituadlah orang-orang arab yang menterjemahkan berbagai cabang ilmu pengetahuaan.
Pada masa khulafaurasyidin dan daulah umayyah filsafat yunsn belum dikembangkangkan karena pada masa ini lebih terkonsentrasi pada penaklukan wilayah.dan barulah pada zaman abbasiah mulai diperhatikan terutama pada zaman al-mak’mun.
Diantar buku yang diterjemahkan oleh umat islam antara lain karya plato seperti thaetitus,ceratilus,tunaeus,thaedo,dan politicus.karya aristoteles seperti cateboriae,redhorica,de caelo.dengan adanya penerjemahan ini umat islam dalam waktu relatif singkat menguasai warisan intelektual dari kebudayaan yang sangat maju pada waktu itu yakni yunani,persia,dan india. Warisan intelektual tersebut dikembangkan oleh pemikir-pemikir islam mejadi suatu kebudayaan yang lebih maju.

FILSAFAT ISLAM DIDUNIA TIMUR

A.    AL-KINDI
1.      Biografi
Filsuf muslim keturunan arab pertama, nama lengkap adalah Abu Yusuf Yakub ibn Ishaq ibn Al-Shabbah ibn Imran ibn Muhammad ibn Al-Asy’as ibn Qais Al-Kindi. Ia lahir di Kufah sekitar 185 H (801 M). Al-Kindi hidup pada masa pemerintahan Daulah Abbasiyah. Ia tidak hanya dikenal sebagai seorang filsuf melainkan sebagai juga sebagai ilmuwan dari berbagai pengetahuan diantaranya : Matematika, Geometri, Astronomi dll.
2.      Karyanya
Diperkirakan karyanya yang pernah ditulis dalam berbagai bidang kurang dari 270 buah. Dalam bidang filsafat, antara lain :
a.      Kitab Al-Kindi ila Al-Mu’tashim Billah fi Al-Falsafah Al-Ula
b.      Risalah fi Hdud Al-Asyya’ wa Rusumiha
1.      Filsafatnya
a.      Talfiq
Al-Kindi berusaha memadukan (Talfiq) antara agama dan filsafat. Filsafat adalah pengetahuan yang benar dan Al-Qur’an yang membawa argument-argumen yang menyakinkan dan benar tidak mungkin bertentangan dengan kebenaran yang dihasilkan oleh filsafat. Bertemunya agama dan filsafat dalam kebenaran dan kebaikan menjadi tujuan dari keduanya.
b.      Metafisika
Adapun mengenai ketuhanan, bagi al-Kindi Tuhan adalah wujud yang sempurna dan tidak didahului wujud lain. Tuhan bagi Al-Kindi adalah Pencipta bukan Penggerak Pertama, dengan dalil empirisnya yaitu :
1.      Dalil Baharu Alam
2.      Dalil Keragaman dan kesatuan
3.      Dalil Pengendalian Alam
c.       Jiwa
Adapun tentang jiwa menurut Al-Kindi tidak tersusun. Mempunyai arti penting, sempurna, dan mulia. Substansi Ruh berasal dari substansi Tuhan. Hubungan Roh dengan Tuhan sama dengan hubungan cahaya dan matahari. Selain itu jiwa bersifat spiritual, ilahiah, terpisah dan berbeda dari tubuh.
d.      Jiwa
Menurut Al-Kindi, filsafat harus memperdalam pengetahuan tentang diri dan bahwa seorang filsuf wajib menempuh hidup mulia.
B.     AL-RAZI
1.      Biografi
Nama lengkapnya adalah Abu Bakar ibn Zakaria ibn Yahya al-Razi. Ia lahir di Ray dekat Teheran pada 1 sya’ban 251 H (865M). Ia hidup pada masa pemerintahan Dinasti Saman (204-395 H). Di kota ini ia belajar kedokteran kepada Ali ibn Rabban al-Thabari (192-240 H/ 808-855 M), belajar filsafat kepada Al-Balkhi.
Al-Razi diserahi kepercayaan memimpin rumah sakit selama 6 tahun. Dari Ray kemudian Al-Razi pergi ke Baghdad dan memimpin sebuah rumah sakit di Baghdad. Setelah Khalifah Al-Muktafi wafat, Razi kembali ke Ray dan meninggal dunia pada 5 sya’ban 313H (25 oktober 925M).
2.      Karyanya
Diperkirakan karya Al-Razi mencapai 200 judul dalam berbagai bidang keilmuan, tetapi banyak karya tersebut yang hilang. Karya-karya yang dimaksud adalah :
a.       Kitab Al-Asror (bidang Kimia)
b.      Al-Hawi ( Ensiklopedi Kedokteran)
c.       Al-Mansuri Liber Al-Mansoris (bidang Kedokteran, 10 jilid), sedangkan dalam bidang filsafat
d.      Al-Thibb al-Ruhani
e.       Al-Sirah al-Falsafiyyah
3.      Filsafatnya
Al-Razi adalah seorang rasionalis murni.
a.      Metafisika
Filsafat Al-Razi dikenal denga ajarannya “Lima Kekal”, yakni :
1.      Allah Ta’ala
2.      Jiwa Universal
3.      Materi Pertama
4.      Ruang Absolut
5.      Masa Absolut
b.      Moral
Bahwa tingkah laku pun mestilah berdasarkan petunjuk rasio. Hawa nafsu berada dibawah kendali akal dan agama. Berkaitan dengan jiwa, Al-Razi mengharuskan seorang dokter untuk mengetahui kedokteran jiwa dan kedokteran tubuh secara bersama-sama.
c.       Kenabian
Al-Razi menyanggah anggapan bahwa untuk keteraturan kehidupan, manusia memerlukan nabi. Pendapat yang controversial ini harus dipahami bahwa ia adalah rasionalis murni.
C.     AL-FARABI
1.      Biografi
Nama lengkapnya Abu Nashr Muhammad ibn Muhammad ibn Tarkhan ibn auzalagh. Ia lahir di Wasij, distrik arab (sekarang kota Atrar).
Pada waktu muda Al-Farabi pernah belajar bahasa, sastra arab, filsafat di Baghdad. Kemudian ia panda ke Harran, pusat kebudayaan yunani di asia kecil dan kembali lagi ke Baghdad untuk memperdalam filsafat dan menetap selama 20 tahun. Pengetahuannya yang mendalam tentang filsafat menjadikannya di juliki sebagai al-mu’allim al-Tsani (guru kedua) sedangkan al-mu’allim al-awwal  adalah Aristoteles.
2.      Karyanya
Diantara karya-karyanya adalah
a.      Syuruh Risalah Zainun al-Kabir al-Yunani
b.      Al-Ta’liqat
c.       Kitab Tahshil al-sa’adah
d.      ‘Uyun al-Masa’il
e.       Fushul al-Hukm
3.      Filsafatnya
a.      Pemaduan Filsafat
Al-Farabi berusaha memadukan beberapa aliran filsafat yang berkembang sebelumnya. Karena itu, ia dikenal filsuf sinkretisme yang mempercayai kesatuan filsafat. Al-Farabi menggunakan interpretasi batini, yakni dengan menggunakan ta’wil bila menjumpai pertentangan pikiran antara keduanya.
b.      Metafisika
Adapun masalah ketuhanan, al-Farabi menggunakan pemikiran Aristoteles dan Neo-Platonisme, yakni Al-Maujud al-awwal sebagai sebab pertama bagi segala yang ada.
c.       Jiwa
Adapun tentang jiwa, Al-Farabi juga dipengaruhi oleh filsafat Plato, Aristoteles, dan Plotinus. Jiwa bersifat rohani, bukan materi,terwujud setelah adanya badan dan jiwa tidak berpindah-pindah dari suatu badan ke badan yang lain. Jiwa manusia disebut al-nafs al-nathiqoh.mengenai keabadian jiwa, al-farabi membedakan antara jiwa Khalidah dan jiwa Fana.
d.      Politik
Pemikiran Al-Farabi banyak dipengaruhi oleh konsep plato yang menyamakan Negara dengan tubuh manusia.
e.       Moral
Konsep moral yang dibawa oleh al-Farabi menjadi salah satu hal yang penting dalam karya-karyanya, berkaitan erat dengan pembicaraan tentang jiwa dan politik. Menurutnya ada 4 sifat utama untuk mencapai kebahagiaan didunia dan diakhirat bagi setiap warga Negara dan bangsa-bangsa yaitu
1.      Keutamaan Teoritis
2.      Keutamaan Pemikiran
3.      Keutamaan Akhlaq
4.      Keutamaan Amaliah
f.        Teori Kenabian
Menurut Al-Farabi, manusia dapat berhubungan dengan ‘Aql Fa’al (jibril) melalui dengan 2 cara, yakni penalaran atau renungan pemikiran dan imaginasi atau intuisi. Ciri khas seorang nabi yaitu ketika berhubungan dengan ‘Aql fa”al ia dapat menerima visi dan kebenaran dalam bentuk wahyu, sedangkan filsuf berhubungan dengan tuhan dengan akal muqtasad yang terlatih dan kuat sehingga dapat menangkap hal-hal yang bersifat abstrak dari akal 10.
D.    IKHWAN AL-SHAFA’
1.      Latar Belakang dan Keanggotaan
Ikhwan al-shafa’ (persaudaraan suci) adalah nama sekelompok pemikir islam yang bergerak secara rahasia dari sekte syi’ah Isma’illiyah yang lahir pada abad ke-4 H (10M) di Basrah. Menurut Hana al-Fakhuri, nama Ikhwan al-Shafa’ diekspresikan dari kisah merpati dalam cerita kaliilah wa Dumnah yang diterjemahkan Ibn Muqaffa’.
Pelopor perhimpunan politico-religius ini yang terkenal antara lain : Ahmad ibn Abdullah, Abu Sulaiman Muhammad ibn Nashr al-Busti dll. Dalam perekrutan anggota ada 4 tingkatan anggota, yaitu:
Tingkat I, terdiri dari pemuda cekatan berusia 15-30 tahun, berstatus murid.
Tingkat II,adalah al-Ikhwan al-Ikhyar berusia 30-40 tahun. Sudah mampu memelihara persaudaraan.
Tingkat III,adalah al-Ikhwan Al-Fudhala al-Kiram berusia 40-50 tahun. Merupakan tingkat dewasa.
Tingkat IV adalah tingkat tertinggi berusia 50 tahun keatas. Mereka sudah mampu memahami hakikat.
2.      Karyanya
Dengan nama Rasail Ikhwan al-Shafa, menghasilkan 52 risalah. Dapat diklasifikasikan menjadi 4 bagian :
a.       14 risalah tentang matematika
b.      17 risalah tentang fisika dan ilmu alam
c.       10 risalah tentang ilmu jiwa
d.      11 risalah tentang ilmu-ilmu ketuhanan
3.      Filsafatnya
a.      Talfiq
Ikhwan al-Shafa berusaha memadukan atau rekonsiliasi (talfiq) agama dengan filsafat dan juga agama-agama yang ada.
b.      Metafisika 
Adapun tentang ketuhanan, Ikhwan al-Shaffa melandasi pemikirannya kepada bilangan. Menurut mereka, ilmu bilangan adalah lidah yang mempercakapkan tentang tauhid, al-Tanzih, dan meniadakan sifat dan tasybih, serta dapat menolak sikap orang yang mengingkari keesaan tuhan.
c.       Jiwa
Tentang jiwa manusia, bersumber dari Jiwa Universal.
d.      Moral 
Adapun untuk moral Ikhwan al-Shaffa’ bersifat rasionalistis. Suatu tindakan harus berlangsung bebas merdeka dengan maksud, seseorang harus melepaskan diri dari ketergantungan kepada materi.
e.       Bilangan
Adapun tentang bilangan, ikhwan mengakui Nichomacus dan Phytagoras. Tujuan membicarakan ini adalah untuk mendemonstrasikan sifat-sifat bilangan itu menjadi prototype bagi sifat-sifat sesuatu.
E.     IBN MISKAWAIH
1.      Biografi
Nama lengkapnya adalah Abu Ali Ahmad ibn Muhammad ibn Ya’kub ibn Miskawaih. Ia lahir di kota Ray (iran) pada 320 H(932 M) dan wafat di Aswfahan pada 9 safar 421 H(16 Februari 1030 M). perihal kemajusiannya banyak pendapat, tetapi yang pasti ia lahir dalam keluarga muslim..ia juga diduga beraliran syiah.
Disiplin ilmunya menunjukan bahwa ilmunya meliputi bidang kedokteran, bahasa, sejarah,dan filsafat, tetapi ia lebih popular sebagai filsuf akhlaq daripada filsuf ketuhanan.
2.      Karyanya
Beberapa karya yang dicatat antara lain :
1.      Al-Fauz Al-Akbar
2.      Al-Fauz Al-Asghar
3.      Tajarib al-Umam
4.      Uns al-Farid
3.      Filsafatnya
1.         Metafisika
Ibn Miskawaih tidak memberikan perhatian besar terhadap masalah ketuhanan. Menurutnya, Tuhan  menjadikan alam ini secara emanasi dari tiada menjadi ada. Dan ciptaan tuhan pertama adalah Akal Aktif.
2.                     Kenabian
Adapun masalah kenabian, sama seperti pendapat Al-Farabi. Semua manusia membutuhkan nabi sebagai sumber informasi untuk mengetahui sifat-sifat keutamaan dan yang terpuji dalam kehidupan praktis.
3.               Moral
Menurut Ibn Miskawaih, moral atau akhlaq adalah suatu sikap mental (halun li al-nafs) yang mengandung daya dorong untuk berbuat tanpa berpikir dan pertimbangan.
Adapun tentang jiwa, menurut ibn Miskawaih adalah jauhar rohani yang kekal, tidak hancur dengan sebab kematian jasad.
4.         Sejarah
Adapun pemikiran ibn miskawaih tentang sejarah bersifat filosofis, ilmiah dan kritis.
F.      IBN SINA
1.                     Biografi
Nama lengkapnya Abu Ali al-Husain ibn Abdullah ibn al-Hasan ibn Ali ibn Sina.ia dilahirkan di desa Afsyanah, dekat Bukhara, Transoxiana (Persia utara) pada 370 H (8-980M).
Ia mempunyai ingatan dan kecerdasan yang luar biasa sehingga dalam usia 10 tahun telah mampu menghafal Al-Qur’an, sebagian sastra arab, dan ia juga hafal kitab metafisika milik Aristoteles. Pada umur 16 tahun telah banyak ilmu pengetahuan yang telah dikuasai, bahkan ilmu kedokteran dipelajarinya sendiri.
Diantara filsuf Arab yang termasyhur di Barat, termasuk Ibn Sina yang dikenal dengan nama Avicena atau juga disebut dengan Aristoteles Baru. Pada akhir hayatnya ia menjadi guru filsafat dan dokter di Ishfahan dan meninggal di Hamadzan pada 428 H (1037 M) dalam usia 57 Tahun.
2.   Karyanya
Pada usia 20 tahun ia telah menghasilkan karya-karya yang cemerlang dan semua karangannya ada 267 karangan. Diantaranya :
a.      Al-Syifa’
b.      An-Najah
c.       Al-Isyarah wa al-Tanbihah
d.      Al-Qanun fi at-Thibb
3.      Filsafatnya
a.      Metafisika
Berkaitan dengan metafisika, Ibn Sina juga membicarakan sifat wujudiah sebagai yang terpenting dan mempunyai kedudukan diatas segala sifat lain, walaupun esensi sendiri.
b.      Jiwa
Untuk membuktikan adanya jiwa, ibn Sina mengajukan beberapa argument, yakni : 1. Argument psikofisik 2. Argument “aku” dan kesatuan fenomena psikologis 3. Argument kontuitas 4. Argument manusia terbang di udara.
Sebagai Aristoteles, Ibn Sina membagi jiwa menjadi 3 bagian :
1.      Jiwa Tumbuh-tumbuhan
2.      Jiwa Binatang
3.      Jiwa Manusia
c.       Kenabian
Pendapat Ibn Sina tentang Nabi bertitik tolak dari tingkatan akal. Akal materil  sebagai anugarah tuhan kepada manusia akal materil yang kuat, dinamakan debgan Intuisi. Inilah bentuk akal yang tertinggi yang dapat diperoleh manusia yaitu bentuk akal yang terdapat pada nabi.
d.      Tasawuf
Mengenai Tasawuf ibn sina tidak memulainya dengan Zuhud melainkan dengan akal yang dibantu oleh hati.
G.    AL-GHAZALI
1.      Biografi
Nama lengkapnya Abu Hamid ibn Muhammad ibn Ahmad al-Ghazali, digelari Hujjah al-Islam. Ia lahir di Thus, bagian dari kuta Khurasan, Iran pada 450 H(1056M).  al-Ghazali terkenal dan disegani karena keluasan ilmunya. Pada tahun 484 H ia diangkat menjadi guru besar di madrasah Nizhamiyah. Pada tahun 488 H ia dilanda keragu-raguan, skeptis, terhadap ilmu-ilmu yang dipelajarinya, kegunaan pekerjaannya, dan karya-karya yang dihasilkannya, selama 2 bulan. Karena tidak bisa mengajar ia pergi ke Damaskus selam 2 tahun kemudian ziarah ke makam Rasulullah dan kembali ke Thus selama 10 Tahun. Dalam masa ini ia menulis karya terbesarnya Ihya’ “ulum al-Din (Menghidupkan kembali ilmu agama).dan Wafat di kota ini pada 505 H (111 M).
2.      Karyanya
Karya al-Ghazali dpperkirakan ada 300 buah, Diantaranya adalah:
a.       Maqashid al-Falasifah (Tujuan-tujuan para Filsuf)
b.      Tahafut al-Falasifah (Kekacauan Pikiran para Filsuf)
c.       Ihya’ ‘ulum al-Din
3.      Filsafatnya
a.      Epistemology
Sebagaimana yang dijelaskan Al-Ghazali dalam bukunya  Al-Munqids al-Dhalal,ia ingin mencari kebenaran yang sejati, yaitu kebenaran yang diyakininya betul-betul merupakan kebenaran.
Menurut Al-Ghazali, lapangan filsafat ada 6, Yaitu Matematika, Logika, Fisika, Politik, Etika dan Metafisika.
b.      Metafisika
Lain halnya dengan lapangan metafisika (ketuhanan), Al-Ghazali memberikan reaksi keras terhadap Neo-Platonisme Islam(Al-Farabi dan Ibn Sina), menurutnya banyak sekali kesalahan filsuf, karena tidak teliti seperti  lapangan matematika dan logika. Kekeliruan filsuf tersebut ada sebanyak 20 persoalan(16 bidang metafisika dan 4 bidang fisika).
3 persoalan yang menyebabkan para filsuf dipandang kafir :
1.      Alam Kekal (alam qadim)
2.      Tuhan tidak mengetahui perincian yang terjadi di alam
3.      Pengungkaran terhadap kebangkitan jasmani
c.       Moral
Dalam karya-karya al-Ghazali belum terlalu konsen dengan akhlaq. Akhlaq merupakan bahan pemikiran utama. Kebanyakan karya terakhirnya, bersifat etis moralitas yang menjamin kebahagiaan sempurna.
d.      Jiwa
Menurut Al-Ghazali makhluk diciptakan Allah terdiri dari jasad dan jiwa. Jiwa yang menjadi inti hakikat manusia adalah makhluk spiritual rabbani yang sangat halus. Bagi Al-Ghazali, jiwa berasal dari ilahi yang mempunyai potensi kodrati, yaitu kecenderungan kepada kebaikan dan keengganan pada kekejian.

FILSAFAT ISLAM DUNIA BARAT
A.    IBN BAJJAH
1.      Biografi
Nama lengkapnya adalah Abu Bakar Muhammad ibn Yahya ibn al-Sha’igh al-Tujjibi al-Andalusi al-Samqusti ibn bajjah. Ia dilahirkan di Saragossa, Andalus pada tahun 475 H(1082M). di Barat dikenal dengan nama Avempace. Selain filsuf, dikenal sebagai seorang penyair, komponis dll. Ia wafat di Fez pada 533 H(1138M) karena diracun oleh dokter bernama Abu al-a”la.
2.      Karyanya
Diantara karya ibn Bajjah yang terpenting :
a.      Risalah Al-Wada’
b.      Risalah Tadbir al-Mutawahid
c.       Kitab al-Nafs
3.      Filsafatnya
a.      Epistemologi
Pemikiran tentang epistemology disebutkan dalam bukunya, Tadbir al-Mutawahid yang berisi 8 pasal.
b.      Metafisika
Pendapatnya sama dengan al-Farabi. Menurutnya bahwa segala yang maujud terbagi 2 : bergerak dan tidak bergerak.
c.       Moral
Tujuan manusia hidup untuk memperoleh kebahagiaan menurutnya. Oleh karena itu usaha yang diperlukan kemauan bebas dan pertimbangan akal.
B.     IBN THUFAIL
1.      Biografi
Nama lengkapnya adalah abu Bakar Muhammad ibn Abd al-malik ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Thufail al-Qaisyi. terkenal di barat AbuBacer, ia lahir di guadix pada tahun 506 H(1110M) dan meninggal di kota Marraqesh, maroko pada 581 H (1185M). ia juga terkenal didunia kedokteran.
2.      Karyanya
Ia lebih suka merenung daripada menulis hanya 1 karangannya yang sampai pada kita yaitu Hayy Ibn Yaqzhan.
3.      Filsafatnya
a.      Filsafat dan Agama
Menurutnya, filsafat dan agama adalah selaras.
b.      Metafisika       
Pengalaman hidup dan keseriusan menggunakan akal untuk mengamati keadaan yang mengitari merupakan jalan yang mengantar seseorang kapada tuhan
c.       Epistemology
Tampaknya ia menunjukan 2 jalan untuk sampai pada tuhan yaitu melalui wahyu dan  melalui filsafat. Jalan pertama lebih pendek daripada jalan kedua.
d.      Jiwa
Menurutnya ada 3 kategori jiwa: 1. Jiwa fadhilah 2. Jiwa fasiqoh 3. Jiwa jahiliyyah.
C.     IBN RUSYD
1.      Biografi
Nama lengkapnya adalah Abu al-Walid Muhammad ibn Muhammad ibn Rusyd.
2.      Filsafatnya
a.      Metafisika
Dalam masalh ketuhanan , ibn Rusyd berpendapat bahwa Allah adalah Penggerak Pertama.
b.      Tanggapan terhadap al-Ghazali
Menanggapi buku Tahafut al-Falasifah, ibn rusyd membela para filsuf dari kekafiran. Pembelaannya ia tulis buku Tahafut al Tahafut yang menunjukan secara tegas bahwa al-Ghazali lah yang dalam kekacauan pemikiran bukan para filsuf.
c.       Moral
Ibn Rusyd membenarkan pemikiran plato bahwa manusia adalah makhluk social yangt membutuhkan kerja sama untuk memenuhi keperluan hidup dan mencapai kebahagiaan.
d.      Averroisme
Ketika ia dibuang ke Lucena, ia disambut oleh murid-muridnya. walaupun Averroisme dilarang oleh gereja, tetapi pengikutnya tetap setia dan selalu bertambah bahkan dikatakan oleh Johannes dari Jandum bahwa averroisme adalah benar. Jadi menurutnya ada 2 macam kebenaran. Yaitu sang filosofis dan yang satu teologis.

FILSAFAT ISLAM SETELAH IBN RUSYD

A.    NASHIRUDDIN THUSI
1.      Biografi
Thusi, nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Muhammad ibn Muhammad al-Hassan Nashir al-Din al-Thuai al-Muhaqqiq lahir pada 18 februari 1201M/597H di Thus, sebuah kota di Khurasan
Thusi terkenal sebagai seorang ahli matematika, optic, geografi dll.
2.      Karyanya
Karl Brockelman mengumpulkan tidak kurang dari56 judul karya Thusi, Ivanov mengatakan karya Thusi ada 150 judul, sedangkan Mudarris Ridwi menyebutkan 130 judul. Diantaranya:
a.       Tentang Logika, Asas al-Iqtibas dll
b.      Tentang Metafisika, Risaleh dar Ithbat’I wajib, Itsbat-I Jauhar al-Mufariq dll.
c.       Tentang Etika, Akhlaq-i Nasiri, Ausaf al-Asyraf
d.      Tentang Teologi/Dogma,Tajdid al-‘Aqa’id dll
e.       Tentang Astronomi, Kitab al-Mutawassitat Bain wal Hai’a, Ikhnain Tables, dll
f.       Tentang Aritmatika,Tahrir Al-Ushul dll.
g.      Tentang Optik,Tahrir Kitab al-Manazir dll
h.      Tentang Musik,Kitab fi ilm al-mausiqi dll
i.        Tentang Medikal,Kitab al-bab fi al-Tarakib al-Sultaniya
3.      Filsafatnya
a.      Metafisika
Metafisika terdiri atas 2 bagian: 1. Ilmu Ketuhanan 2. Filsafat pertama
b.      Jiwa
Menurut Al-Thusi, jiwa merupakan substansi sederhana dan immaterial yang dapat merasa sendiri. Pembagian jiwa Thusi menambahinya jiwa imajinatif yang berada diantara jiwa hewani dan manusiawi.
c.       Moral
Thusi menambahkan rumah tangga dan politik pada penggambaran disiplin moral karena keduanya aspek yang penting dari “filsafat praktis” pada karya Ibn miskawai.
B.     SUHRAWARDI AL-MAQTUL
1.      Filsafatnya
a.      Metafisika dan Cahaya
Inti filsafat illuminasionis adalah sifat dan penyebaran cahaya. Pandangan metafisik suhrawardi peda dasarnya tetap bersifat Avicennian atau Neo-Platonik.
b.      Epistemologi
Tujuan akhir segala bentuk pengetahuan adalah iluminasi dan ma’rifat (gnosis), yang ditempatkan suhrawardi secara tegas pada puncak hierarki pengetahuan.
c.       Kosmologi
Pelimpahan dari Sumber Pertama (tuhan) itu bersifat abadi, terus-menerus, sebab pelakunya tidak berubah-ubah dan terus ada. Sebagai konsekuensinya, alam ini juga abadi sebagai akibat dari pelimpahan-Nya.
Suhrawardi mengelompokan alam kepada 4 tingkatan:
1.      Alam Akal-akal
2.      Alam Jiwa-jiwa
3.      Alam Bentuk
4.      Alam Mitsal
d.      Psikologi
Suhrawardi adalah penganut panteisme sejauh dia mendefinisikan tuhan sebagai jumlah keseluruhan semua eksistensi yang ideal dan jelas (sensible). Baginya, dunia adalah sesuatu yang riil dan jiwa manusia adalah suatu individualitas yang khas.
C.     MULLA SHADRA
1.      Biografi
Nama lengkapnya Muhammad ibn Ibrahim Yahya Qamawi Syirazi, sering disebut Shadr al-Din al-Syirazi atau Akhund Mulla Shadra. Ia dilahirkan di Syiraz pada tahun 979/980 H atau 1571/1572 M.
Perjalanan hidup Mulla Shadra dikelompokkan kepada 3, yaitu:
a.       Masa pendidikan dan latihan formal di Syiraz dan Isfahan
b.      Masa kezuhudan dan pembersihan jiwa di Kahak
c.       Masa sebagai pengajar dan penulis di syiraz
2.      Karyanya
Menurut Tabataba’I sebagai dikutip Nasr, karya Mulla Shadra tidak Kurang dari 46 judul ditambah 6 risalah. Menurut Fazlur Rahman karya Mulla shadra berjumlah 32 atau 33 risalah.
Karya-karya Mulla Shadra, diantaranya :
a.      Al-Hikmah al-Muta’aliyah fi asfar al-‘Aqliyah al-‘arba’ah
b.      Al-Hasyr (Tentang Kebangkitan)
c.       Al-Hikmah al-‘arsyiyyah dll.
3.      Latar Belakang Intelektual
Ketika Mulla Shadra muda datang ke Isfahan, ia memasuki dunia intelektual yang matang dan memiliki akar sejarah yang panjang. Ia mewarisi khazanah intelektual dan mengetahui secara mendalam ajaran, pendekatan dan masalah-masalah setiap pemikiran. Sehingga Mulla Shadra berusaha membentuk suatu sintesis dalam dimensi yang baru yang dinamakan al-Hikmah al-Muta’aliyah.
4.      Filsafatnya
a.       Epistemology
Filsafat dapat dibedakan kepada 2 pembagian utama yaitu 1. Bersifat Teoritis 2. Bersifat Praktis. Bangunan epistemology Mulla shadra berkaitan erat dengan idenya tentang wahdah (unity), ashalah (principality), tasykik (gradation) dan ide perubahan substantive (harka/istihala jauhariya) yang dalam hal ini oleh mulla shadra dinamakan dengan safar (perjalanan) dan terbagi menjadi 4 perjalanan :
1.      Dari makhluq menuju hakekat kebenaran atau pencipta
2.      Dari hakikat ke hakikat dengan hakikat (min al-Haqq ila al-Haqq ila al-Haqq bi al-Haqq)
3.      Dari hakikat kepada makhluq dengan hakikat(min al-Haqq ila al-Khalq bi al-Haqq)
4.      Dari makhluk ke makhluk dengan hakikat ( min al-Khalqila al-khalq bi al-Haqq)
b.      Metafisika
1.      Wujud
Menurutnya wujud itu memiliki realitas yang sama dalam semua bidang eksistensi. Wujud Tuhan, manusia, pohon dan sebagainya, semua adalah satu wujud dan satu realitas.
2.      Jiwa
Mulla Shadra sama dengan Aristoteles, mendefinisikan jiwa itu tudak bersifat abadi, dalam arti bermula, maka itu jiwa tidak dapat dipisahkan dan bebas dari materi. Ia menolak pandangan Ibn Sina yang menyatakan bahwa jiwa adalah konsep relasional dan bukan merupakan sesuatu yang bersifat subjektif.
c.       Moral
Agama islam diturunkan bertujuan untuk menuntun manusia memperoleh kebahagiaan tertinggi. Berkaitan dengan kebahagiaan, Mulla Shadra menyatakan sangat tergantung terhadap kesempurnaan jiwa dalam proses inteleksi (ta’aqqul). Lebih lanjut mengatakan pengetahuan dapat mengalih bentuk orang yang tahu dalam proses substansinya menuju kesempurnaan.
D.    MUHAMMAD IQBAL
1.      Biografi
Muhammad Iqbal penyair (filsuf, ahli hokum, pemikir Politik, dan reformis muslim adalah seorang tokoh dominan umat islam pada abad 20) lahir pada bulan dzulhijjah 1289 H atau 22 februari 1873 M di Sialkot.  Beberapa prestasi-prestasi Iqbal diantaranya sajak Bang-I Dara yang di buat bersama Sir Thomas Arnold (orientalis Inggris), hasil disertasinya The Development of Metaphysics in Persia (diterbitkan di London dalam bentuk buku) dll.
Ketika fajar 21 April 1938, dalam usia 60 Tahun menurut kalender masehi atau 63 tahun dalam kalender Hijriah, iqbal pulang ke Rahmatullah.
2.      Karyanya
Diperkirakan sekitar 21 karya monumentalnya, diantaranya :
a.      Ilm al-Iqtisad
b.      Islam as a Moral and Political Ideal
c.       Asrar-I khudi dll
3.      Filsafatnya
a.      Ego atau Khudi
Konsep tentang hakikat ego atau individualitas merupakan konsep dasar dari filsafat Iqbal. Menurutnya, khudi secara harfiah ego atau self atau individualitas. Arti terarah secara rasional yaitu menjelaskan bahwa hidup bukanlah suatu arus tak terbentuk, melainkan suatu prinsip kesatuan yang sifatnya mengatur dan membawa hidup kea rah sutu tujuan konstruktif.
b.      Ketuhanan
Pemahaman Iqbal tentang ketuhanan terbagi menjadi 3 tahap perkembangan dari tahap pencarian sampai ke tahap kematangan.
1.      Dari 1901-1908, Iqbal cenderung sebagai mistikus-panteistik.
2.      Dari 1908-1920, Iqbal mulai menyangsikan tentang sifat kekal dari keindahan serta efisiensinya, serta kasualitas akhirnya, sebaliknya tumbuh keyakinan akan keabadian cinta, hasrat dan upaya atau gerak.
3.      Dari 1920-1938, pengembangan menuju kematangan konsepsi Iqbal tentang ketuhanan.
c.       Materi dan Kasualitas
Materi adalah suatu kelompok ego-ego berderajat rendah, dan dari sana muncul ego yang berderajat lebih tinggi, apabila penggabungan dan interaksi mereka mencapai suatu derajat koordinasi tertentu. Menurutnya bahwa system sebab-akibat merupakan suatu “alat” yang perlu sekali bagi ego, dan bukanlah merupakan gambaran yang sebenarnya tentang sifat realitas.
d.      Moral
Filsafat Iqbal adalah filsafat yang meletakkan kepercayaannya kepada manusia yang dilihatnya mempunyai kemungkinan yang tak terbatas. Mempunyai kemampuan untuk mengubah dunia dan dirinya sendiri, serta mempunyai kemampuan untuk ikut memperindah dunia. Untuk memahami manusia, menurut Iqbal, 1. Cara Intelektual  dimana memeahami dunia sebagai suatu system tegar tentang sebab-akibat. 2. Cara Vital dimana menerima mutlak adanya keharusan yang tidak dapat dihindarkan dari kehidupan.
e.       Insan al-Kamil
Iqbal menafsirkan Insan al-Kamil, atau ‘manusia utama’, setiap manusia potensial adalah suatu mikrokosmos dan bahwa insan yang telah sempurna kerohaniannya menjadi cernin dari sifat-sifat tuhan, sehingga sebagai orang suci dia telah menjadi khalifah atau wakil Tuhan di muka bumi ini.